Adjat Sudradjat Raih Sport Award KONI Kota Bandung 2011

Pada tanggal 31 Desember 2011 kemarin, KONI Kota Bandung menganugerahkan penghargaan kepada para pihak, antara lain mantan atlet. Nah, nama mantan atlet yang memperoleh Sport Award KONI Kota Bandung tersebut yaitu Adjat Sudradjat. Jika dalam blog edisi nasional saya memilih Robby Darwis sebagai ikon sepak bola Indonesia, maka saya justru memilih Adjat Sudradjat sebagai ikon Persib Bandung.

Bagaimana profil Adjat Sudradjat? Saya sebagai pengelola BukuPersib akan mengulasnya berdasarkan penelusuran dari media massa cetak (surat kabar) yang sejaman. Inilah profilnya:

Nama Adjat Sudradjat memang kurang bersinar di timnas Indonesia. Namun, dengan koleksi gelar pribadinya (pemain terbaik dan top scorer), ia telah menjadi ikon tersendiri, bukan hanya Persib, tetapi juga kompetisi sepak bola Indonesia pada tahun 1980-an. Kalaulah pada masa itu acara infotainmen sudah ada, boleh jadi Adjat Sudradjat menjadi salah seorang bintangnya. Apalagi ketika ia hendak berduet nyanyi dengan artis Hetty Koes Endang. Continue reading

Stadion Siliwangi dan Piala Siliwangi

Pada suatu masa di bulan April 1951. Asiade (baca juga: Asian Games) I telah diselenggarakan di New Delhi, India, 4-11 Maret 1951. Asiade II/1954 telah ditetapkan di Manila, Filipina. Asiade III/1958 belum ditetapkan Negara mana yang akan menjadi tuan rumah. Saat itu, Indonesia dan Jepang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah. (Kelak, Tokyo, Jepang menjadi tuan rumah Asian Games III/1958 dan Jakarta, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV/1962).

Namun, siapa sangka sebelum Tokyo, Jepang dan Jakarta, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, justru Bandung sedang bersiap-siap untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah Asian Games III/1958.

Pada masa ini, di Bandung akan dibangun stadion. Ketua Komite Pembangunan pun sudah ditetapkan yaitu R. Didi Kartasasmita. Pembangunan stadion itu memiliki semboyan: “Asiade ketiga harus diadakan di Bandung”. Continue reading

Persib 1933? Kalau Perlu, Bentuk Juga Persib 1986!

Dalam dua hari terakhir ini, wacana pendirian Persib 1933 meramaikan pemberitaan sepakbola nasional. Pro dan kontra pun turut menyemarakkan pemberitaan tersebut. Lalu, sebagai bobotoh, bagaimana pandangan anda terhadap wacana pendirian Persib 1933?

Bagi saya, sebagai pengelola blog BukuPersib, kehadiran Persib 1933 merupakan hal yang wajar. Tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Asal…, paham pada konsep pendirian klub (amatir/profesional). Kalau istilah Pak Dada Rosada, Walikota Bandung, asal sesuai prosedur (hukum). Kewajaran saya itu, apalagi ada perbaikan informasi dari “Ikut LSI” menjadi “Ikut Divisi III”. Akhirnya, sampai saat ini, tenang deh. Kalau ikut LSI (peserta sih bagus-bagus, tetapi kalau ilegal, kita mau apa)? Nah ini yang harus dicegah. Namun, saya tidak terlalu khawatir karena iklim persepakbolaan di Bandung-Jawa Barat (sebutlah masyarakat Sunda) berbeda dari daerah-daerah lainnya. Kita lebih toleran.

Tadi saya menyinggung “konsep”. Maksudnya konsep apa? Continue reading