<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Buku Persib</title>
	<atom:link href="http://bukupersib.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukupersib.wordpress.com</link>
	<description>Tempatnya Referensi Data Persib</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 09:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bukupersib.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Buku Persib</title>
		<link>http://bukupersib.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bukupersib.wordpress.com/osd.xml" title="Buku Persib" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bukupersib.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Adjat Sudradjat Raih Sport Award KONI Kota Bandung 2011</title>
		<link>http://bukupersib.wordpress.com/2012/01/01/adjat-sudradjat-raih-sport-award-koni-kota-bandung-2011/</link>
		<comments>http://bukupersib.wordpress.com/2012/01/01/adjat-sudradjat-raih-sport-award-koni-kota-bandung-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 09:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bukupersib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adjat Sudradjat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukupersib.wordpress.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 31 Desember 2011 kemarin, KONI Kota Bandung menganugerahkan penghargaan kepada para pihak, antara lain mantan atlet. Nah, nama mantan atlet yang memperoleh Sport Award KONI Kota Bandung tersebut yaitu Adjat Sudradjat. Jika dalam blog edisi nasional saya memilih Robby Darwis sebagai ikon sepak bola Indonesia, maka saya justru memilih Adjat Sudradjat sebagai ikon &#8230; <a href="http://bukupersib.wordpress.com/2012/01/01/adjat-sudradjat-raih-sport-award-koni-kota-bandung-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukupersib.wordpress.com&amp;blog=6233685&amp;post=711&amp;subd=bukupersib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 31 Desember 2011 kemarin, KONI Kota Bandung menganugerahkan penghargaan kepada para pihak, antara lain mantan atlet. Nah, nama mantan atlet yang memperoleh <em>Sport Award KONI Kota Bandung</em> tersebut yaitu Adjat Sudradjat. Jika dalam blog edisi nasional saya memilih Robby Darwis sebagai ikon sepak bola Indonesia, maka saya justru memilih Adjat Sudradjat sebagai ikon Persib Bandung.</p>
<p>Bagaimana profil Adjat Sudradjat? Saya sebagai pengelola BukuPersib akan mengulasnya berdasarkan penelusuran dari media massa cetak (surat kabar) yang sejaman. Inilah profilnya:</p>
<p>Nama Adjat Sudradjat memang kurang bersinar di timnas Indonesia. Namun, dengan koleksi gelar pribadinya (pemain terbaik dan <em>top scorer</em>), ia telah menjadi ikon tersendiri, bukan hanya Persib, tetapi juga kompetisi sepak bola Indonesia pada tahun 1980-an. Kalaulah pada masa itu acara infotainmen sudah ada, boleh jadi Adjat Sudradjat menjadi salah seorang bintangnya. Apalagi ketika ia hendak berduet nyanyi dengan artis Hetty Koes Endang.<span id="more-711"></span></p>
<p>Adjat Sudradjat dilahirkan di Bandung, 5 Juli 1962. Ia mulai berkiprah di Persib untuk Piala Jusuf 1980. Namun, sebelumnya, di kompetisi intern Persib, ia pernah membawa PS Propelat menjadi juara pada 1980 yang diulanginya pada 1984 dan 1985.</p>
<p>Dalam perjalanannya, Adjat Sudradjat berhasil membawa Persib promosi dari Divisi I Perserikatan 1983 ke Divisi Utama 1983 sekaligus sebagai <em>top scorer</em> dengan 9 gol. Sementara di Divisi Utama 1983, meskipun menjadi <em>runner-up</em> (kalah adu penalti dari PSMS), ia dianugerahi sebagai pemain terbaik dan <em>top scorer</em> dengan 8 gol. Gelar <em>top scorer</em> dengan 16 gol itu pula yang diraih Adjat Sudradjat dalam Perserikatan 1985 meskipun tim yang dibelanya menjadi <em>runner-up</em> setelah kalah dari tim yang sama (PSMS) dan cara yang sama pula (adu penalti).</p>
<p>Setahun kemudian, Adjat Sudradjat akhirnya berhasil membawa Persib menjadi juara Perserikatan 1986 yang diulanginya pada 1989/1990. Sebagai juara Perserikatan 1986, Adjat Sudradjat yang merupakan bagian dari tim berjuluk <em>Pangeran Biru</em> itu dikirim PSSI ke Piala Sultan Hassanal Bolkiah 1986. Adjat Sudradjat yang kali ini bertindak sebagai kapten tim (menggantikan Adeng Hudaya yang bersama timnas Indonesia A berlatih di Brasil) berhasil membawa pulang Piala Sultan Brunei Darussalam itu ke Bandung.</p>
<p>Sikap kritisnya terhadap pengurus Persib atas kisruh hadiah juara Perserikatan 1990 membuat Adjat Sudradjat hengkang ke Bandung Raya. Kelak, melalui (Mastrans) Bandung Raya, ia memberikan kontribusinya untuk menjadi juara Liga Indonesia 1995/1996.</p>
<p>Selama menjadi pemain, selain menjuarai kompetisi PSSI, Adjat Sudradjat sempat meraih gelar juara bersama timnya, antara lain Piala Siliwangi 1981 (Persib), Piala Jawa Pos 1990 (Persib), dan Galakarya 1989 dan 1990 (PS PLN Pusat).</p>
<p>Sayang, kesuburannya dalam mencetak gol tidak bisa diterapkannya di timnas Indonesia. Ia pun tampak kurang bersinar, termasuk ketika menderita kalah telak 1-7 dari tuan rumah Thailand di SEA Games 1985.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukupersib.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukupersib.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukupersib.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukupersib.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukupersib.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukupersib.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukupersib.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukupersib.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukupersib.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukupersib.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukupersib.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukupersib.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukupersib.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukupersib.wordpress.com/711/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukupersib.wordpress.com&amp;blog=6233685&amp;post=711&amp;subd=bukupersib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukupersib.wordpress.com/2012/01/01/adjat-sudradjat-raih-sport-award-koni-kota-bandung-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d6a42b491ef2f56713be3f6562611f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bukupersib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stadion Siliwangi dan Piala Siliwangi</title>
		<link>http://bukupersib.wordpress.com/2011/12/08/stadion-siliwangi-dan-piala-siliwangi/</link>
		<comments>http://bukupersib.wordpress.com/2011/12/08/stadion-siliwangi-dan-piala-siliwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 05:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bukupersib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piala Siliwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Siliwangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukupersib.wordpress.com/?p=708</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu masa di bulan April 1951. Asiade (baca juga: Asian Games) I telah diselenggarakan di New Delhi, India, 4-11 Maret 1951. Asiade II/1954 telah ditetapkan di Manila, Filipina. Asiade III/1958 belum ditetapkan Negara mana yang akan menjadi tuan rumah. Saat itu, Indonesia dan Jepang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah. (Kelak, Tokyo, Jepang &#8230; <a href="http://bukupersib.wordpress.com/2011/12/08/stadion-siliwangi-dan-piala-siliwangi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukupersib.wordpress.com&amp;blog=6233685&amp;post=708&amp;subd=bukupersib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu masa di bulan April 1951. Asiade (baca juga: Asian Games) I telah diselenggarakan di New Delhi, India, 4-11 Maret 1951. Asiade II/1954 telah ditetapkan di Manila, Filipina. Asiade III/1958 belum ditetapkan Negara mana yang akan menjadi tuan rumah. Saat itu, Indonesia dan Jepang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah. (Kelak, Tokyo, Jepang menjadi tuan rumah Asian Games III/1958 dan Jakarta, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV/1962).</p>
<p>Namun, siapa sangka sebelum Tokyo, Jepang dan Jakarta, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, justru Bandung sedang bersiap-siap untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah Asian Games III/1958.</p>
<p>Pada masa ini, di Bandung akan dibangun stadion. Ketua Komite Pembangunan pun sudah ditetapkan yaitu R. Didi Kartasasmita. Pembangunan stadion itu memiliki semboyan: “Asiade ketiga harus diadakan di Bandung”.<span id="more-708"></span></p>
<p>Siapa saja yang berada dalam komite-komite tersebut? Sub-Panitia I terdiri dari Dr. Pardjono, Dr. Ishak, dan Dr. Suriasumantri. Sub-Panitia I ini bertugas untuk mengadakan hubungan dengan pemerintah kota Bandung.</p>
<p>Sub-Panitia II terdiri dari D. Palar, F.L. Nooy, dan Lioe Njie Njan. Sub-Panitia II ini bertugas untuk mengurus keuangan. Sub-Panitia III dipimpin oleh R. Didi Kartasasmita. Sub-Panitia III ini bertugas untuk mengadakan hubungan dengan pemerintah pusat.</p>
<p>Sub-Panitia IV terdiri dari Munadi dan H. Jut de Bourghelles. Sub-Panitia IV ini bertugas untuk mengadakan hubungan dengan juristen (baca: ahli hukum). Sub-Panitia V dipimpin oleh R. Kurdi. Sub-Panitia V ini bertugas dalam bidang penerangan (pers, radio).</p>
<p>Tujuan panitia persiapan stadion yaitu (1) berusaha mendirikan suatu stadion nasional (yang lengkap akomodasinya) untuk seluruh Indonesia, dan (2) berusaha agar Asiade yang akan dating (ke-3) dapat dilangsungkan di Bandung.</p>
<p>Sayang, pemberitaan yang sempat ramai itu akhirnya melempem. Dana yang dikumpulkan baru Rp 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah). Dalam perkembangannya, Tentara telah menyiapkan dana Rp 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah).</p>
<p>Lalu, bekas lapangan Sparta yang dimiliki oleh Angkatan Perang (Teri Torium III, kini Kodam III/Siliwangi) itu pun dibangun stadion. “Akan terdiri dari sebuah lapangan sepak bola yang dikelilingi oleh sentelbaan dan landasan tempat hindornis (lari dengan rintangan untuk para anggota tentara). Kemudian tempat penonton akan dibuat dalam 5 tingkat yang dapat menerima 60.000 orang. Dari jumlah biaya Rp 6 juta. Rp 3,5 juta disediakan untuk lapangan sepak bola ini…”. Stadion Siliwangi itu akhirnya diresmikan oleh Panglima TT III Kawilarang.</p>
<p>Kelak, pada 1 Oktober 1974, PT Propelat mulai memugar atau meremajakan Stadion Siliwangi dengan biaya Rp 1 miliar. Pemugaran itu dilakukan secara bertahap sampai tahun 1980. Dalam rangka peresmian stadion yang baru dipugar itu, pada Mei 1976 diselenggarakan Piala Siliwangi untuk memeriahkan hari ulang tahun Kodam Siliwangi, yang diperingati setiap tanggal 20 Mei. Turnamen ini sejajar dengan Piala Marah Halim (Medan), Piala Tugu Muda (Semarang), Piala Surya (Surabaya), dan Piala Jusuf (Makassar).</p>
<p>Piala Siliwangi pun pernah mengundang tim dari luar negeri, yaitu UMNO (Malaysia). Hal ini terjadi pada Piala Siliwangi I/1976. Pada Piala Siliwangi I/1976 ini pula turnamen sempat dibuka dengan pertandingan persahabatan internasional Persib melawan Middlesex Wanderers (Inggris). Partai persahabatan ini sekaligus dijadikan sebagai pertandingan pembukaan atau peresmian untuk Stadion Siliwangi yang baru dipugar. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Siliwangi, 20 Mei 1976 itu, Persib kalah 0-3 melalui gol John W. Cozens (30 dan 78) serta Richard D. Kidd (32).</p>
<p>Dari sembilan kali penyelenggaraan Piala Siliwangi sejak pertama kali digelar pada 1976, Persib tercatat sebagai tim yang paling banyak merebut gelar juara, yaitu empat kali (1981, 1989, 1994, dan 2000), disusul Persija Jakarta Pusat dua kali (1976 dan 1978), serta PSIS Semarang (1983), Tempo Utama Bandung (1984), dan Timnas Indonesia Junior (1986).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukupersib.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukupersib.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukupersib.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukupersib.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukupersib.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukupersib.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukupersib.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukupersib.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukupersib.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukupersib.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukupersib.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukupersib.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukupersib.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukupersib.wordpress.com/708/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukupersib.wordpress.com&amp;blog=6233685&amp;post=708&amp;subd=bukupersib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukupersib.wordpress.com/2011/12/08/stadion-siliwangi-dan-piala-siliwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d6a42b491ef2f56713be3f6562611f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bukupersib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persib 1933? Kalau Perlu, Bentuk Juga Persib 1986!</title>
		<link>http://bukupersib.wordpress.com/2011/11/20/persib-1933-kalau-perlu-bentuk-juga-persib-1986/</link>
		<comments>http://bukupersib.wordpress.com/2011/11/20/persib-1933-kalau-perlu-bentuk-juga-persib-1986/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 09:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bukupersib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukupersib.wordpress.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dua hari terakhir ini, wacana pendirian Persib 1933 meramaikan pemberitaan sepakbola nasional. Pro dan kontra pun turut menyemarakkan pemberitaan tersebut. Lalu, sebagai bobotoh, bagaimana pandangan anda terhadap wacana pendirian Persib 1933? Bagi saya, sebagai pengelola blog BukuPersib, kehadiran Persib 1933 merupakan hal yang wajar. Tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Asal…, paham pada konsep &#8230; <a href="http://bukupersib.wordpress.com/2011/11/20/persib-1933-kalau-perlu-bentuk-juga-persib-1986/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukupersib.wordpress.com&amp;blog=6233685&amp;post=704&amp;subd=bukupersib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dua hari terakhir ini, wacana pendirian Persib 1933 meramaikan pemberitaan sepakbola nasional. Pro dan kontra pun turut menyemarakkan pemberitaan tersebut. Lalu, sebagai bobotoh, bagaimana pandangan anda terhadap wacana pendirian Persib 1933?</p>
<p>Bagi saya, sebagai pengelola blog BukuPersib, kehadiran Persib 1933 merupakan hal yang wajar. Tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Asal…, paham pada konsep pendirian klub (amatir/profesional). Kalau istilah Pak Dada Rosada, Walikota Bandung, asal sesuai prosedur (hukum). Kewajaran saya itu, apalagi ada perbaikan informasi dari “Ikut LSI” menjadi “Ikut Divisi III”. Akhirnya, sampai saat ini, tenang <em>deh</em>. Kalau ikut LSI (peserta <em>sih</em> bagus-bagus, tetapi kalau ilegal, kita mau apa)? Nah ini yang harus dicegah. Namun, saya tidak terlalu khawatir karena iklim persepakbolaan di Bandung-Jawa Barat (sebutlah masyarakat Sunda) berbeda dari daerah-daerah lainnya. Kita lebih toleran.</p>
<p>Tadi saya menyinggung “konsep”. Maksudnya konsep apa?<span id="more-704"></span> Saya sendiri tidak mengetahui apakah PSSI paham dengan konsep? <em>Kok</em> PSSI? OK-lah, kita lupakan dulu PSSI. Saya pun bertanya lagi kepada anda: apakah kita (manajemen Persib, PT Persib Bandung Bermartabat, penggagas dan pendukung Persib 1933, orang-orang yang tidak sependapat dengan kehadiran Persib 1933, media massa, atau siapa pun) paham pada konsep? Atau…, ah, mungkin saya sendiri yang <em>sok</em> tahu dengan konsep.</p>
<p>Mari kita jernihkan pikiran lebih dahulu. Kalau kita berbicara tentang Persib 1933, janganlah memfokuskan pikiran kita pada keberadaan dualisme di Persija, Persebaya, dan Arema. Itu terlalu jauh. Terlalu berlebihan. Tidak relevan. Apalagi yang kita (masyarakat pencinta sepak bola Indonesia) ributkan yaitu perihal “pengelolaan” dan bukan “pemilikan”. Kalau kita ribut-ribut masalah ini, berarti kita tidak pernah paham dengan konsep. Perihal konsep ini, saya pun sempat menulisnya beberapa waktu lalu. Sayang, hal itu dianggap sepele karena kita tahunya hanya “klub ikut kompetisi”.</p>
<p>Jadi, siapa Persib 1933? Jawabannya, ya Persib. Bukan Persib tandingan. Kalau Perlu, dirikanlah Persib 1986 dan Persib-Persib lainnya.</p>
<p>Memang kita dalam hari-hari terakhir ini merasa sensitif dengan kehadiran Persib 1933 yang terkesan Persib tandingan. Apalagi ada LSI dan LPI. Seolah-olah, salah <em>moment</em>. Pikiran kita merasa “disempitkan” pada kondisi tandingan Persija, Persebaya, dan Arema.</p>
<p>OK-lah, bagaimana kalau kita membuka wawasan dengan mengacu pada pendirian PPSM Sakti (Magelang). PPSM adalah perserikatannya kota Magelang (Jawa Tengah). Sakti (tepatnya Panca Sakti) adalah kumpulan dari lima klub intern anggota PSS (Sleman) yang merupakan perserikatannya kabupaten Sleman (DI Yogyakarta). Kelima klub tersebut bergabung menjadi Panca Sakti karena melihat kompetisi PSS yang vakum saat itu. PPSM dan Panca Sakti pun merger dan menjadi PPSM Sakti (kini telah berpisah lagi). O…ow…, kalau anda jeli dengan data-data di situs web PSSI beberapa waktu lalu, meskipun sudah pisah, (saat itu) PT BLI-PSSI masih mencantumkan nama PPSM Sakti. <em>So</em>, itulah salah satu alasan saya selalu mengaitkan pada PSSI. Tidak teradministrasikan dengan baik(?).</p>
<p>Nah, kembali pada Persib 1933 yang dikesankan sensitif, dalam konteks ini mengapa penggagas Persib 1933 tidak memakai nama Persib 36 (kumpulan 36 Persatuan Sepak bola anggota Persib) atau nama-nama lainnya? Kalau perlu, pakailah nama Bandung 36 atau apa pun namanya. Kalau Persib 1933, pikiran kita seakan melayang pada Persija 1928 dan Persebaya 1927 yang merupakan klub tandingan? Sekali lagi, ini tidak relevan. Perhatikan, kalau saat itu Persib (PT PBB) ikut LPI, klub Bandung FC tidak akan pernah ada, bukan?</p>
<p>Jadi, Persib 1933 merupakan klub profesional (meskipun berada di Divisi III) yang dibentuk oleh Persib amatir selaku perserikatan induknya. Dengan demikian, bisa saja Persib amatir memiliki PT PBB, PT Persib 1933, PT Persib 1986, PT Persib Viking, PT Persib Bomber, dan sebagainya. Itu pun kalau Persib amatir kaya. Maksud loh? Kelak pada suatu waktu, klub-klub profesional bentukan Persib tersebut bisa jadi berada dalam satu divisi yang sama (baca juga: kasta tertinggi). Kalau pun ada kebijakan seperti di Liga Spanyol (Real Madrid A-B dan Barcelona A-B), bisa jadi klub-klub Persib tersebut berada dalam setiap divisi (dan menjadi juara). Malah di Piala Indonesia, klub-klub tersebut akan berada di peringkat empat besar (maksudnya, juara, <em>runner-up</em>, peringkat ke-3 dan ke-4, dan seterusnya). Oh ya, bisa jadi salah satu diantaranya (seperti Persib PT PBB sebagai klub profesional) malah mengikuti Liga Inggris sebagaimana yang sempat digambarkan dalam iklan <em>clothing</em>. Keuntungan bisnis dari klub-klub profesional itu dibagi-bagi dalam bentuk dividen dan CSR (<em>Corporate Social Responsibility</em>) untuk warga kota Bandung (Jawa Barat).</p>
<p>Mengada-ada? Khayalan? Impian? Cita-cita? Terserah anda! Saya hanya menggambarkan bahwa itulah konsep sepak bola profesional. Ya, klub sepak bola profesional yang dibentuk oleh klub (perserikatan) amatir selaku induknya. Dalam hal ini, saya <em>kan</em> hanya menunjukkan konsep.</p>
<p>Mendengar istilah “Persib 1933” sensitif? Ya, suasana sensitif itu pula yang ada pada nama kompetisi PSSI (yang katanya reformis): IPL/LPI. Saya lebih setuju dengan penulisan “Prima” daripada “Primer”. Kalau Primer, berarti pihak yang menang ialah PSSI Arifin Panigoro. Bukankah PSSI Nurdin Halid (ISL/LSI) dan PSSI Arifin Panigoro (IPL/LPI) sudah bermusyawarah-mufakat melahirkan PSSI era baru. (Maaf, sebetulnya berbicara tentang PSSI NH dan PSSI AP sudah tidak relevan. Namun, ini hanya sekadar menjelaskan.)</p>
<p>Kembali ke Persib 1933. Suasana kekhawatiran terjadinya dualisme, sebetulnya pernah terjadi pada suasana kepindahan Pro Duta dari Bandung ke Sleman (khususnya oleh pendukung Pro Duta). Kali ini, konteksnya, saya tidak berbicara pada suasana “pendirian”, tetapi lebih pada suasana “kekhawatiran”. Maklumlah, dua objek cerita itu berbeda. Maksudnya, begini. Saat itu saya menulis bahwa kepindahan Pro Duta ke Sleman tidak serta merta nama Pro Duta hilang dari keanggotaan Persib. Ya, Pro Duta profesional (kemudian menjadi Pro Titan Medan) bisa berpindah-pindah, tetapi Pro Duta amatir akan tetap berada di Bandung dan tetap menjadi anggota Persib. Tulisan saya pun terbukti. Dari situ, rata-rata kita tidak tahu pada konsep. Konsep tidak paham dan sejarah klub pun menghilang.</p>
<p>Perihal hilangnya sejarah klub pun saya sempat ungkapkan kepada rekan Endan Suhendra, wartawan <em>Galamedia</em> (semoga tidak lupa dengan pembicaraannya). Setiap klub amatir bisa membentuk klub profesional. Lihatlah UNI yang membentuk Bandung Raya. Pergantian nama dari UNI ke Bandung Raya ini dimaksudkan agar masyarakat tidak bingung mana UNI amatir dan mana pula UNI profesional. Kisah kesejarahan UNI menjadi Bandung Raya pun sempat saya konfirmasikan kepada Kang Asep Sumantri (mantan pemain Persib) dalam sela-sela acara peluncuran buku “Persib Aing” pada 12 Mei 2007. Kang Asep Sumantri pun mengiyakan pertanyaan saya. Artinya, UNI benar-benar Bandung Raya, tetapi sayang, masyarakat lupa pada sejarahnya.</p>
<p>Kalau mau lebih komplet (cerita ini pun sempat saya obrolkan dengan Endan Suhendra), lihatlah Sari Bumi Raya (kepada bobotoh, cmiiw ya). Sari Bumi Raya 1976 (amatir) membentuk Sari Bumi Raya 1979 (profesional) untuk mengikuti kompetisi (semi) profesional Galatama yang mulai bergulir pada tahun 1979. Sari Bumi Raya pun pindah ke Yogyakarta, tetapi Sari Bumi Raya (amatir) tetap di Bandung. Kelak di kemudian hari, Sari Bumi Raya mengubah namanya dalam kompetisi intern Persib dengan nama Pemda Jabar dan Bina Pakuan (?). Ternyata, Pemda Jabar (LI 1998) dan Bina Pakuan (LI 2003) pernah mengikuti Divisi III LI. Artinya, bahwa Pemda Jabar dan Bina Pakuan adalah Sari Bumi Raya. Karena PSSI tidak memiliki administrasi, sejarah klub itu pun menjadi hilang dan terlupakan. Dari sudut pandang wartawan, boleh jadi kisah sejarah seperti ini terlupakan berhubung terjadi kaderisasi.</p>
<p>Tulisan “analisis-histori” saya tadi, sebetulnya sama dengan pemikiran Kang Tendy K. Somantri (wartawan <em>Pikiran Rakyat</em>) dalam artikel “Makhluk Aneh Sepakbola Indonesia” (<em>Pikiran Rakyat</em>, 13 dan 14 Januari 2002). Maaf, kalau ternyata tidak sama. Konsep ini pula yang sempat ditulis Bung R. Risnandar Soendoro dalam buku “Lintasan Sejarah Persib” (halaman 95-98). Malah pada tahun 1993 Pak Moh. Achwani (saat itu Sekretaris Umum Persib) sempat menulis artikel “Peserta Divisi Utama Perlu Bentuk Galatama” di <em>Pikiran Rakyat</em>.</p>
<p>Ketika Persib 1933 didirikan untuk menampung para pemain binaan PS-PS anggota Persib, saya hanya tersenyum saja. Salut. Itu idealisme. Namun, kelak, ketika para pemain binaan itu mampu mengangkat Persib 1933 ke kasta tertinggi, apakah Persib 1933 akan tetap bertahan? Harap maklum, membentuk klub itu perlu dana besar. Mungkin saja Persib 1933 akan dijual ke daerah lain atau dibangkrutkan, sedangkan para pemain binaannya lari ke Persib (PT PBB) atau klub-klub lainnya. Minimal, Persib 1933 yang promosi akan siap menerima sanksi tidak naik kasta.</p>
<p>Keadaan seperti itu sebetulnya bisa terjadi pada Persib (PT PBB). Misalnya, Persib (PT PBB) menampung para pemain binaan Persib dan performanya biasa-biasa saja, apa boleh buat, Persib (PT PBB) pun harus degradasi. Kita pun harus siap menerima kenyataan itu. Ini kompetisi, Bung! Ada promosi dan degradasi.</p>
<p>Oh ya, ini jaman profesional. Waspada seandainya Persib (PT PBB) berpindah <em>homebase</em>. Persib (PT PBB) adalah klub profesional yang sewaktu-waktu bisa saja berpindah kepemilikan dan daerah. (Semoga tidak, sebagaimana saya katakan tadi, iklim persepakbolaan Bandung sungguh berbeda. Namun, tiada yang tidak mungkin). Artinya, bobotoh harus menabung.</p>
<p>Bobotoh masih ingat <em>kan</em> dengan pemberitaan bangkrutnya Persib beberapa waktu yang lalu. Bobotoh pun sesumbar akan membantu lewat sumbangan bobotoh yang berjumlah jutaan anggota. Sayang, sesumbar itu belum terbukti karena akhirnya ada info baru: ada Pak Umuh Muchtar he he he.</p>
<p>Perihal istilah “sumbangan” ini, sebetulnya saya kurang <em>sreg</em>. Saya lebih memilih membeli “saham” meskipun dengan nominal yang jauh lebih kecil. Artinya, kalau Persib (PT PBB) merugi, ya rugilah kita (saya). Ini bisnis.</p>
<p>Sayang, di sisi lain, inginnya profesionalisme, tetapi masih saja ada bobotoh yang menonton tanpa tiket. Boro-boro “menyumbang”, membeli “saham” tiket pun tidak. Weleh-weleh.</p>
<p>Ya, bagaimana pun kehadiran Persib 1933 memang perlu dikomunikasikan agar tidak ada kesalahpahaman. Jangan sampai ada pihak yang mendukung dan menolak, tetapi kita tidak paham dengan konsepnya yang “benar”. <em>By the way</em>, untuk PSSI, komunikasikan pula “LSI” dan “L Prima I” yang tidak mau mengalah. Kali ini bukan “benar” atau “salah”, tetapi musyawarah-mufakat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukupersib.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukupersib.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukupersib.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukupersib.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukupersib.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukupersib.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukupersib.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukupersib.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukupersib.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukupersib.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukupersib.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukupersib.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukupersib.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukupersib.wordpress.com/704/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukupersib.wordpress.com&amp;blog=6233685&amp;post=704&amp;subd=bukupersib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukupersib.wordpress.com/2011/11/20/persib-1933-kalau-perlu-bentuk-juga-persib-1986/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76d6a42b491ef2f56713be3f6562611f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bukupersib</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
